ARTIKEL
KENAKALAN REMAJA
NAMA : ARI SIGIT HARDYANTO.
KELAS : X PEMASARAN 1.
KENAKALAN REMAJA
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian
masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Kenakalan remaja
meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang
dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan
orang-orang di sekitarnya. Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah
mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui
masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa.
Ia berada pada masa transisi. Jenis-jenis kenakalan remaja contohnya yaitu
penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan tawuran antara pelajar.
Definisi kenakalan
remaja menurut para ahli:
Kartono, ilmuwan sosiologi
“Kenakalan Remaja
atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja
yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka
mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.”
Santrock
"Kenakalan
remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat
diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."
Penyebab
terjadinya kenakalan remaja:
Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari
remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
1. Krisis identitas
2. Kontrol diri yang
lemah
3. Dasar-dasar agama
yang kurang.
4. Masalah yang
dipendam.
Faktor eksternal:
1. Kurangnya kasih
sayang orang tua.
2. Kurangnya
pengawasan dari orang tua.
3. Pergaulan dengan
teman yang tidak sebaya atau Teman sebaya yang kurang baik.
4. Peran dari
perkembangan iptek yang berdampak negatif.
5. Tidak adanya
bimbingan kepribadian dari sekolah.
6. Tidak adanya media
penyalur bakat dan hobinya.
7. Kebebasan yang
berlebihan.
8. Komunitas/lingkungan
tempat tinggal yang kurang baik.
Kenakalan remaja di era modern ini sudah melebihi batas
yang sewajarnya. Banyak anak dibawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba,
freeseks, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak
dapat diungkuri lagi, anda dapat melihat brutalnya remaja jaman sekarang. Dan
saya pun pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri ketika sebuah anak
kelas satu SMA di kompelks saya, ditangkap/diciduk polisi akibat menjadi
seorang bandar gele, atau yang lebih kita kenal dengan ganja.
Ditemukan bahwa remaja yang memiliki waktu luang banyak
seperti mereka yang tidak bekerja atau menganggur dan masih pelajar
kemungkinannya lebih besar untuk melakukan kenakalan atau perilaku menyimpang.
Demikian juga dari keluarga yang tingkat keberfungsian sosialnya rendah maka
kemungkinan besar anaknya akan melakukan kenakalan pada tingkat yang lebih
berat. Sebaliknya bagi
keluarga yang tingkat keberfungsian sosialnya tinggi maka kemungkinan
anak-anaknya melakukan kenakalan sangat kecil, apalagi kenakalan khusus. Dari
analisis statistik (kuantitatif) maupun kualitatif dapat ditarik kesimpulan
umum bahwa ada hubungan negatif antara keberfungsian sosial keluarga dengan
kenakalan remaja, artinya bahwa semakin tinggi keberfungsian social keluarga
akan semakin rendah kenakalan yang dilakukan oleh remaja. Sebaliknya semakin
ketidak berfungsian sosial suatu keluarga maka semakin tinggi tingkat kenakalan
remajanya (perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja. Berdasarkan
kenyataan di atas, maka untuk memperkecil tingkat kenakalan remaja ada dua hal
yang perlu diperhatikan yaitu meningkatkan keberfungsian sosial keluarga
melalui program-program kesejahteraan sosial yang berorientasi pada keluarga
dan pembangunan sosial yang
programnya sangat berguna bagi pengembangan masyarakat secara keseluruhan. Di
samping itu untuk memperkecil perilaku menyimpang remaja dengan memberikan
program-program untuk mengisi waktu luang, dengan meningkatkan program di tiap
karang taruna. Program ini terutama diarahkan pada peningkatan sumber daya
manusianya yaitu program pelatihan yang mampu bersaing dalam pekerjaan yang
sesuai dengan kebutuhanMasa remaja adalah masa yang paling berseri. Di masa
remaja itu juga proses pencarian jati diri. Dan, disanalah para remaja banyak
yang terjebak dalam pergaulan bebas.
